26 Juli 2026
Sore Jumat-Sabtu di Tegalasri Nggak Lagi Biasa, Ternyata Ini Sebabnya

Blitar, Juli 2026 – Belajar mengaji sore hari sebenarnya bukan hal baru di Desa Tegalasri. Jauh sebelum mahasiswa KKN datang, kegiatan ini sudah lama jadi rutinitas warga, terutama anak-anak yang rutin berkumpul di mushola dan langgar setiap sore. Bedanya, sejak 20 Juni lalu, rutinitas yang sudah berjalan turun-temurun ini kedatangan "tambahan personel" dari Tim KKN Universitas Negeri Malang (UM), yang ikut turun tangan mendampingi setiap Jumat dan Sabtu sore.
Program ini berjalan cukup konsisten selama empat minggu, dengan jam operasional pukul 15.30–16.30 WIB, pas waktu-waktu adem sebelum Magrib tiba. Setiap harinya, empat mahasiswa KKN UM terjun langsung mendampingi anak-anak, mulai dari membantu melafalkan huruf hijaiyah, memperbaiki bacaan, sampai sekadar jadi teman ngobrol biar suasana mengaji nggak terasa kaku. Jadwal pendampingan ini disusun bergilir, jadi setiap Jumat-Sabtu selalu ada "wajah baru" dari tim yang siap menemani, bukan cuma satu-dua orang yang itu-itu saja selama sebulan penuh.
Meski kelihatannya sederhana, kegiatan ini punya makna yang nggak kecil. Bagi mahasiswa KKN, ini jadi cara nyata untuk membaur dan berkontribusi langsung ke kehidupan warga, bukan sekadar program kerja di atas kertas. Sementara bagi anak-anak Tegalasri, kehadiran kakak-kakak mahasiswa ini bikin rutinitas mengaji sore terasa lebih hidup dan menyenangkan. Jadi, jangan heran kalau lewat Tegalasri pas sore Jumat-Sabtu, bakal ada suara ngaji yang lebih ramai dari biasanya.